Suatuperjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar berakhir pada kenikmatan surga. Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda: "Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Mutaffaqun 'alaih) Cermatikembali tahap hari akhir di atas kemudian tuliskan sebuah renungan singkat ( dalam bentuk puisi religius atau yang lain) yang membuat doa agar allah swt memberikan kemudahan dalam melalui tahap tahap hari akhir sehingga berakhir dengan surga Oleh Admin Diposting pada Juni 23, 2022 Soloposcom, MADIUN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu (6/8/2022) cerah sepanjang hari.Diperkirakan suhu di Madiun pada siang hari panas hingga mencapai 32 derajat Celcius. Dikutip dari bmkg.go.id, prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB cerah dengan suhu 26 derajat Celcius. Kaummuslimin adalah umat pertama yang masuk surga. Dan Nabi Muhammad Sholallahu'alaihi wa sallam ialah manusia pertama yang masuk surga. Rasulullah Sholallahu'alaihi wa sallam bersabda, "Aku adalah Nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. Dan aku orang yang pertama kali mengetuk pintu surga." (HR. MUslim, Ibnu Hibban) Dari Puisirenungan hari akhir Oleh: Bebe Witjaksono jika langit terbelah dan kuburan kuburan dibongkar isinya seperti semburat perut ketika bumi diledakkan oleh dinamit made in langit (bukan made in China) lalu rata seperti kertas ketika langit digulung oleh tangan kananNYA kemana kita mau lari ketika matahari absen karena dia menghadap kepada Tuhannya danmembawa berita yang jelas. Ketika cahaya dari surga bersinar, aku mendengar malaikat berkata, "Jangan takut, aku memberitakan kabar sukacita, Karena Kristus telah lahir hari ini." Ketika cahaya dari surga bersinar, nampak pemandangan yang indah; Damai Allah dan kesukaan surgawi turun ke dunia pada malam itu. Cahaya dari surga masih bersinar . Puisi religi Surga. Surga adalah suatu tempat di alam akhirat yang dipercaya sebagai tempat yang penuh dengan kenikmatan oleh para penganut beberapa agama dan sebagai sebagai tempat berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dengan kata surga berikut ini adalah pusisi religi surga, bagaimana cerita puisi religi tersebut, selengkapnya disimak saja berikut ini puisi berjudul SURGAOleh Nuryadi PenditMasing-masing punya jalanMenuju surga penuh rintanganJalan kebaikan ada kerikil keburukanSebaik mungkin lalui cobaanBertahan dalam imanUsah terlalu diperlihatkanSegala ibadah jangan dipamerkanTerlebih congkak merasa paling berimanTiada pantas kita lakukanMawas dalam cerminanAllah Maha PenilaiAdil bijaksana biasan sampaiBaik membias baik cerah melambaiYang buruk sebisa teruraiPemaaf tiada usaiAllah murah hatiDosa umat akan diampuniDengan dasar taubatan sepenuh hatiNur kemuliaan sejagat terberiSurga teruntuk pendakiPendaki berakhlak muliaTiada sibuk menghitung pahalaBersibuklah deteksi peka peduli sesamaSugesti positif mumpuni kinerjaMengkaji ragam praharaPendaki berbekal sia-siaJikalau perjalanan kerumun fanaTersesat lamunan maya hutan angkaraGemerlap napsu membius jiwaNeraka menunggu penghuninyaWahai kawan semuanyaBenahi akhlak jiwa tertataDalami hidup lelaku aura saptasonaNur kebijakan putih sahajaRenung penjuru polaFilosofi busur tipamapatiTiba umpama tekaning patiSiapkan bekal untuk menyambut matiSemua bergiliran waktunya pastiBertakwalah sepenuh 29 Mei 2019.. puisi berjudul surga, baca juga puisi puisi islami atau puisi religi lainnya dihalaman selanjutnya puisi surga dapat menghibur dan menginspiras untuk menulis puisi puisi islami tentang surga atau puisi bertema religi. puisi akhir ramadhan. sumber foto unsplash/masjid biru hangia sophiaLailatur Qadar berlangsung pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Yaitu, pada malam-malam tanggal ganjil. Kumpulan puisi akhir Ramadhan 1443 H ini bisa kamu baca untuk menyambut malam seribu puisi akhir Ramadhan ini akan membuatmu bersemangat, serta merefleksikan perbuatan dan amal kebaikan yang sudah kamu lakukan di bulan penuh berkah ini. 4 Puisi Akhir Ramadhan Kumpulan puisi Ramadhan ini disadur dari dan 1. Lailatul Qadar Malam diturunkannya Al-Qur’an Dari Tuhan kepada Nabi Muhammad SAW Ibadah apapun yang dilakukan pada malam itu Memiliki nilai seperti malam seribu kebaikan Malaikat turun ke bumi menebarkan salam sejahtera Untuk semua orang yang berdoa kepada Tuhan di manapun ia berada Malam puncak dari seluruh malam dalam setahun Kedamaian, cinta, dan renungan dalam hati Tidak ada yang bisa menandingi malam yang paling dicintai ini 2. Malam yang Diberkahi Malam yang diberkahi di mana para malaikat turun ke Bumi Bulan khusus untuk melakukan sebanyak -banyaknya amal kebaikan Malam ini kamu akan merasa kesejukan Menandakan bulan penuh rahmat hampir berakhir Satu set sajadah yang mendamaikan hatimu Ketika kamu merenungkan perbuatanmu Yang telah kamu lakukan dari awal bulan Ramadhan Bersiaplah untuk mendapatkan keberuntungan Dari karunia Tuhanmu pada hari yang istimewa Bergegaslah untuk mendapatkan hadiahnya! Lebih baik dari seribu bulan dan malam yang bisa mengubah takdir Nantikanlah Lailatul Qadar yang datang di bulan penuh rahmat malam lailatul qadar. sumber foto unsplash/pria muslim sedang salat 3. Malam KetetapanLailatul Qadar adalah malam ketetapan Ketika kita menyembah Allah sampai derajat yang tertinggi Pada malam ini kami diperkenalkan dengan agama yang membawa kedamaian Ketika Al-Qur’an dikirim melalui Malaikat Jibril Lailatul Qadar, lebih baik dari seribu bulan Seperti masa ketika pemburu mendapatkan perburuan terbesarnya Ada hadiah bonanza dengan jumlah tak terbatas Mendapatkan imbalan yang melimpah sampai kamu tidak dapat menghitung Bacalah Al-Qur’an mu setiap detik Berdoalah setiap hembusan naapsmu Berzikir sebanyak yang kamu mampu Dengarlah kedamaian pada malam Lailatul Qadar Masjid seperti tempat tinggal orang muslim Doa-doa akan dijawab dengan tidak ada yang menghilang Mari kita berusaha untuk mendapatkan surga-Nya di bulan Ramadhan 4. Malam yang Suci Malam paling suci yaitu Lailatul Qadar Allah menetapkan dan memerintahkan Malaikat turun ke bumi Memberikan berkah dan rahmat untuk semua manusia Malam yang jatuh di bulan Ramadhan Memelihara kebaikan dan ketakwaan Mendapatkan kebaikannya nanti Di dunia ini dan di dunia setelahnya Semoga kumpulan puisi akhir Ramadhan menyentuh hati ini menambah semangat beribadah saat malam Lailatul Qadar nanti ya, Sobat Inspirasi Kata.Fiqa Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Artikel Tentang Hari Kiamat Pdf from Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Cahaya kalbu di pagi hari; Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. "siapa saja yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaknya ia . Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Cahaya kalbu di pagi hari; Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. "siapa saja yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaknya ia . Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Cahaya kalbu di pagi hari; Koleksi Puisi Hari Guru Flip Ebook Pages 1 10 Anyflip Anyflip from Cahaya kalbu di pagi hari; Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . "siapa saja yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaknya ia . Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. Cahaya kalbu di pagi hari; 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. Cahaya kalbu di pagi hari; Ksj Puisi Moden Hari Akhir Persekolahan from Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. "siapa saja yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaknya ia . 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Puisi renungan hati yang mana memang di dalamnya mengungkapkan semua yang di renungkan olehku. Bait puisi di atas bermakna aqidah iman kepada hari kiamat. Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. "siapa saja yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaknya ia . 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. Bagaimana kata kata renungan hari kiamat atau cerita puisi renungan hari akhir dalam bait puisi tentang religius yang dipublikasikan blog puisi . Buku siswa pendidikan agama islam dan budi pekerti 11 rasulullah saw. Cahaya kalbu di pagi hari; Puisi Tentang Hari Akhir Fokus Pada Surga Dengan Iman Pada Hari Akhir Indira Abidin S Blog - Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada.. Kumpulan puisi hari ibu penuh makna dan menyentuh hari, sangat cocok untuk dibacakan pada moment peringatan hari ibu 22 desember. Cahaya kalbu di pagi hari; Melalui puisinya penyair merepresentasikan keyakinan bahwa kedatangan hari akhir itu pasti ada. Buya hamka selain dikenal sebagai tokoh agama, ia juga dikenal sebagai tokoh sastra. 60 kumpulan puisi islami hijrah yang menyentuh hati penyejuk jiwa hari kiamat bjhabibie instagram hashtag photos videos imggram puisi . “Duh Gusti kulo sanes ahli suwargo Nanging kulo mboten kiat wonten neroko. Mugi Gusti kerso paring pangapuro dumateng sedoyo dosa-dosa kulo…” Saya yakin di antara kalian pembaca Jurnaba, ada yang ikut bernyanyi ketika membaca lirik di atas. Betul, lirik di atas adalah pujian yang disenandungkan setelah adzan. Di musala perkampungan rumah saya, pujian ini biasa digemakan setiap selesai adzan magrib, sebelum iqhomat. Setiap mendengar pujian di atas, maka saya akan sadar bahwa itu adalah hari kamis, tepatnya malam jum’at. Entah akan kalian maknai sebagai waktu-waktu yang horror di mana para hantu bergentayangan, atau sebagai waktu bagus untuk bershalawat, mengaji, mengirimkan YaSin, atau yang lainnya. Tapi begitu mendengar pujian di atas, saya akan tahu bahwa itu adalah hari Kamis. Ada semacam kebiasaan di perkampungan saya melantunkan syi’ir di atas, yang tentu tak saya ketahui bagaimana mulanya. Syi’ir di atas memusingkan jika dipahami dengan nalar semata. Sudah tahu bukan ahli surga, kok ndak kuat menanggung perihnya neraka. Lha, maumu gimana? Tapi, kita semua tahu pujian di atas ditujukan untuk Tuhan, Gusti Allah maha penyayang dengan segala ampunannya. Suatu hari, seorang teman mengunggah sebuah tulisan, lebih tepatnya puisi. Entah itu dalam bahasa inggris, atau dalam bahasa Indonesia, saya lupa tepatnya. Tapi puisi itu tak asing bagi saya. Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa alaa naaril jahiimi Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka. Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil azhiimi Maka berilah aku taubat ampunan dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar. Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan. Wa umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya. Ilaahii abdukal aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka. Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu. Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau? Betul, puisi di atas sama dengan pujian yang dikumandangkan setiap hari kamis sebelum iqomat magrib di perkampungan rumah saya. Perbedaannya hanya terletak pada bahasa, dan pulalah itu kali pertama saya tahu lirik lengkapnya, dan pertama kalinya saya tahu bahwa itu adalah sebuah puisi. “Iku puisine Abu Nuwas, penyair Arab. Keren ya?” “Ho’oh. Rayu-rayuan.” “Yo jelas to. Wong doa ki sakjane ya ngono. Ngerayu disik. Abu Nuwas ki penyair genit. Kae senengane mabuk-mabuk’an. Puisine soal arak digawe aliran, jenenge Khamriyyat. Wes mabukan, homo sisan. Pas Abu Nuwas mati ki wong-wong wes mikir cah kae bakal melbu neroko. Ternyata bengine ulama podo mimpi ketemu Abu Nuwas ning surgo. Petentang-petenteng, cengengesan. Terus ulama podo takon kok Abu Nuwas iso melbu surgo ki piye ceritane? Terus Abu Nuwas jawab nek sak durunge mati, dia nulis puisi ning ngisore bantal. Yo kui mau puisine. Sak wise kae, puisine Abu Nuwas diwaca wong-wong sak bare salat. Penyair ki keren leh berdoa. Iso ngerayu Tuhan sampe luluh.” Cerita itu satu dari sekian yang saya pahami tentang doa. Bahwa doa tak melulu sama, itu-itu saja. Itu-itu terus, membosankan, dan lebih banyak orang tak tahu isi dari doa mereka. Satu waktu ketika masih SMP, saya baca majalah bekas yang dipakai ibu sebagai bungkus cabe dan sayur-sayuran lain. Saya baca satu artikel di sana yang memuat tentang tokoh islam bernama Rabi’ah al-Adawiyah, nama yang barangkali sebagian besar dari pembaca sudah tahu. Nama itu pernah diulas dalam rubrik islami ketika ramadhan di sini. Rabi’ah al-Adawiyah dikenal sebagai perempuan suci, perempuan mulia, kekasih Allah. Rabi’ah dalam bahasa Arab berarti empat karena ia adalah anak ke-4. Keluarganya tak kaya, tapi ia dibesarkan oleh keluarga yang menjunjung tinggi keimanan. Satu hari ia menunda makan dan bertanya pada ayahnya, dari mana uang untuk membeli makanan di atas meja? Apakah makanan itu berasal dari rezeki yang halal? Ayahnya tertegun mendengar pertanyaan itu. Maka, dijawablah bahwa rezeki yang mereka peroleh berasal dari cara yang halal. Setelah mendengar jawaban itu, Rabi’ah baru mau memakan makanannya. Di suatu ketika ia ditangkap, dan kemudian dijual untuk menjadi budak. Di waktu malam, majikannya terbangun dan melihat cahaya berpendar dari kamar Rabi’ah. Kala itulah Rabi’ah sedang berdoa pada Tuhan. Hal yang tak pernah saya lupakan dari kisah Rabi’ah adalah isi dari puisi yang ia gunakan sebagai doa, yang dikutip pada artikel yang saya baca kala itu. “Tuhan, jika aku berdoa padamu lantaran ingin dimasukkan surga, maka tendanglah aku dari surga. Jika aku berdoa lantaran takut masuk neraka, maka masukkan saja aku ke neraka, tapi doaku semata karena aku mencintaiMu.” Kurang lebih itu yang masih saya ingat. Dua puisi di atas bagi saya indah sekali. Rayu-rayuan yang jika ditulis saat ini mungkin akan terdengar klise, tapi di masanya, doa di atas adalah yang paling indah, yang menggetarkan hati banyak orang. Kalau kalian bangun di malam hari dan lantas merayu Tuhan dengan cara demikian, saya kira besar kemungkinan kalian akan terbawa oleh suasana haru dan bersimpuh menangis. Mengapa kita saat ini tak berdoa dengan cara yang sama? Bukan dengan kalimat yang sama, tapi cara dan rasa yang sama. Bahasa yang indah, yang kita tangkap dari dalam diri sendiri, yang mewakili keinginginan pribadi…dan tentu masing-masing orang tak akan sama. Bukankah Tuhan itu universal? Kita saja yang menyukai template. Ada hal lain yang berubah dari cara orang berdoa. Kita mengenal Abu Nuwas lewat puisinya yang kita jadikan syiir, Jalaludin Rumi, bahkan puisi Rabi’ah. Doa mereka laiknya puisi, disusun dengan indah, yang membuat pembaca tersentuh. Apa yang membuat orang tersentuh? Bukan semata karena keindahan, tapi karena mereka paham, dan mampu meresapi makna dari kalimat-kalimat itu. Tapi bisa jadi kata memang hanya satu dari sekian perantara sebagaimana doa juga bukan template yang harus semua sama. Di Indonesia, kita kenal Qiro’ah, pembacaan al-Qur’an dengan melagukannya. Almarhumah ibu saya dulu sering diminta Qiro’ah ketika ada saudara, kerabat, atau tetangga sedang mantenan. Sebagian kita, saya yakin, tak paham arti dari ayat yang dibacakan, bahkan beberapa mungkin justru tak tahu surat apa itu. Tapi bunyi-bunyian itu indah, dan hati beberapa dari kita bergetar saat mendengarnya. Dan saya kira, itu pun bentuk lain dari doa. Kadang-kadang, kita perlu tahu bahwa doa tak mesti berisi harapan. Sebagian berisi rindu yang jika kita mengucap nama-Nya saja, akan membuat hati kita bergetar. Untukmu, yang kemarin pernah terjatuhBerusaha bangkit di atas kaki-kaki rapuhDengan tubuh berderai peluhTetesan air mata yang terus luruhApakah semangatmu masih utuh?Atau tekadmu tersisa tinggal separuh?Meski nampak muka lusuhAsal jangan berhenti dan mengeluhHari kemarin kau boleh mengaduhTentang takdir hampir runtuhNamun esok harus lebih tangguhMampu berjalan dengan teguh Baca Juga [PUISI] Sesuatu di Jogja IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

puisi tentang hari akhir yang berakhir dengan surga